Ini Dia Tips Menjadi Ibu Baru A La Mom Mona. Penasaran?

Tiba-tiba teringat ketika pertama kali punya baby. Setelah tak sabar menantikan kelahirannya, akhirnya muncul rasa deg-degan ketika si baby akhirnya hadir di pelukan. Sebanyak apapun artikel dan buku yang sudah dibaca, rasanya nggak cukup membuat rasa grogi saya sebagai ibu baru berkurang. Begitu banyak hal baru yang harus dihadapi saat itu. Mulai dari menggendong bayi mungil, menggantikan popoknya, memandikan, menyusui, sampai berusaha mengerti kebutuhan mahluk mungil yang nangis terus karena belum bisa bicara.

Begitu banyak tugas dan tanggung jawab baru, ditambah kurang tidur, plus proses penyembuhan pasca melahirkan, ditambah lagi musti menghadapi perubahan hormon, seringkali membuat seorang ibu baru merasa sangat kelelahan. Munculnya rasa lelah yang teramat sangat pada ibu baru sebenarnya wajar. Namun saking inginnya menjadi ibu yang sempurna untuk si bayi kecil, saya melawan rasa lelah tersebut dan memaksakan diri merawat sendiri bayi saya karena ingin menjadi ibu yang sempurna. Sampai akhirnya disatu titik saya merasa frustasi dan menangis kencang saat suami saya pulang kerja. Siapa hayoooo yang pernah punya pengalaman yang sama?

Akhirnya setelah jatuh bangun menjadi seorang ibu, disatu titik saya tersadar bahwa ternyata, menjadi ibu yang sempurna bukan sekedar siap siaga selalu selama 24 jam untuk si kecil. Menjadi ibu yang sempurna juga bukan berarti selalu berhasil menenangkan bayi yang menangis. Menjadi ibu yang sempurna adalah menjadi ibu yang bahagia sehingga bisa membagikan kebahagiaan kita kepada si kecil. Sama seperti ketika kita naik pesawat. Saat masker oksigen keluar, kita harus menggunakan masker oksigennya dulu, baru menolong anak kita kan?

Hal pertama yang membuat kita menjadi ibu yang bahagia adalah istirahat yang cukup. Nggak mudah sih memang mendapatkankan istirahat yang cukup dimasa-masa ini. Lagi enak-enaknya tidur, eh si bayi malah menangis. Ditambah lagi masa-masa awal menyusui yang bikin bingung. Tapi mencuri waktu untuk beristirahat saat si bayi tertidur adalah prioritas bagi seorang ibu baru lho. Buang jauh-jauh rasa bersalah ketika harus menitipkan si kecil kepada orang lain di rumah supaya kita bisa beristirahat sebentar dengan maksimal. Dengan istirahat yang cukup, akan muncul energi baru yang membuat kita bisa menikmati kebersamaan dengan si kecil. Energi tambahan ini juga bisa membuat kita lebih mudah beradaptasi dengan berbagai tanggung jawab baru sebagai seorang ibu.

Istirahat yang cukup sebenarnya bukan hanya diperlukan oleh ibu baru. Istirahat yang cukup juga diperlukan oleh semua ibu. Sebagai ibu, biasanya dirinya bukan lagi prioritas utama. Yang penting anak-anak dan suami beres dulu, istirahat mah belakangan aja. Bahkan nggak sedikit ibu yang merasa bersalah ketika kondisi ‘memaksa’ ia untuk beristirahat. Ketika sedang sakit misalnya. Padahal, saya ulangi sekali lagi, cukup istirahat adalah kunci kebahagiaan.

Ada 2 jenis istirahat yang diperlukan oleh seorang ibu. Yang pertama adalah istirahat fisik, biasanya  berupa tidur yang cukup setiap harinya. Yang kedua adalah istirahat mental. Biasanya saya sebut dengan rekreasi hati, yang biasa dikenal juga dengan “me time”. Bukan cuma fisik, mental juga butuh istirahat. Beri diri kita sendiri sedikit waktu setiap hari untuk melakukan hal-hal sederhana yang menyenangkan hati. Iya setiap hari. Seperti hal nya istirahat fisik, istirahat mental juga perlu setiap hari. Lakukan hal sederhana yang kita suka seperti: membaca buku, memasak, menjahit, merangkai bunga, menggambar, menulis, menonton drama korea, apa saja. Yang penting membuat bisa membuat hati kita merasa lega dan siap menghadapi berbagai tanggung jawab sebagai ibu.

Jadi, para ibu yang bahagia, jangan lupa istirahat ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *