Saat Anak Demam Panggung

Pernah nggak ikut deg-degan dan nggak bisa tidur menjelang penampilan anak di acara sekolah? Atau justru sekarang parents sedang mengalami hal ini? Sambil berusaha menenangkan anak yang grogi, ternyata kita orang tuanya, justru merasa lebih panik dari si anak. Hihihi…

Jangankan untuk anak-anak, buat kita saja orang tuanya, rasanya nggak mudah untuk menghadapi pengalaman pertama melakukan sesuatu, apalagi didepan banyak orang. Pasti rasanya campur aduk. Antara senang, takut, cemas semua jadi satu. Bagi anak yang merasa grogi tampil dedepan umum, apalagi ini adalah pengalaman baru untuknya, suport orang tua tentunya sangat berarti disaat-saat seperti ini.

 Seringkali orang tua gemes ingin anaknya nggak jadi grogi karena orang tua yakin bahwa si anak pasti bisa. Namun hati-hati, agar niat orang tua untuk mendukung anak, nggak berkesan seperti memaksakan anak untuk melakukan apa yang diinginkan orang tua. Untuk itu, yuk kita pahami lebih lanjut, kenapa anak merasa cemas berlebihan saat mau melakukan penampilan-penampilan pertamanya.

Grogi yang seringkali ditunjukkan anak ini berawal dari rasa cemas. Rasa cemas biasanya hadir dari rasa takut situasi nggak sesuai dengan harapan. Raca cemas ini sebenarnya bermanfaat lho parents, karena ini adalah alarm pada saat kita menghadapi situasi yang sulit. Karena itu, rasa cemas nggak perlu dimusnahkan. Tapi kita perlu membimbing anak untuk mengelola rasa cemas ini agar akhirnya bermanfaat untuk anak, bukan justru merugikan baginya.

Bantu anak untuk memahami bahwa rasa grogi dan cemas berlebihan yang nggak enak ini, adalah perasaan yang wajar terjadi, dan juga dirasakan oleh semua orang. Cemas ini adalah perasaan yang netral, jadi nggak perlu dijadikan momok yang mengerikan. Jangan sampai rasa cemas ini menjadi gangguan dalam menjalankan aktivitas, dan membuat anak gagal mencapai tujuan.

Namun sebaiknya, orang tua memberikan informasi ini hanya dengan niat menyampaikan informasi, bukan memaksa anak untuk mau mengikuti keinginan orang tua. Tetap biarkan anak memilih sendiri apa yang akan dia lakukan untuk menghadapi rasa groginya. Karena ini adalah proses belajar.

Jauh hari sebelum anak tampil, orang tua sudah bisa memberikan stimulasi. Berikan sebuah sudut pandang dengan cara bercerita yang menarik, tentunya dengan bahasa anak sesuai dengan umurnya. Ceritakan pada anak bahwa pada saat anak memutuskan untuk tampil, memang ada resiko gagal pada penampilannya saat itu. Inilah yang seringkali membuat anak jadi cemas. Anak boleh saja memilih untuk tidak jadi tampil. Tapi memilih untuk tidak tampil juga mengandung kegagalan didalamnya kan. Sudah pasti anak akan gagal menampilkan hasil karyanya saat anak memutuskan untuk tidak tampil.

Namun sekali lagi, biarkan anak memilih sendiri keputusannya untuk bersedia tampil atau tidak. Belajar memilih pilihannya sendiri sangat baik buat anak-anak. Agar anak jadi tahu bahwa setiap pilihan yang diambil, sudah satu paket dengan resiko dan juga benefitnya. Sehingga suatu saat nanti anak akan terampil jadi pengambil keputusan yang handal karena sudah terbiasa sejak kecil.

Setelah anak selesai tampil dan berhasil melakukan penampilan pertamanya, jangan lupa berikan apresiasi. Berikan apresiasi yang nyaman diterima anak. Karena kadang, apresiasi berlebihan dari orang tua justru membuat anak merasa tidak nyaman. Jangan lupa ucapkan terima kasih karena sudah berhasil mengelola rasa cemasnya.

Apabila apresiasi yang kita berikan berhasil membuat anak yakin akan kemampuannya melakukan hal baru, dikemudian hari anak akan lebih percaya dengan dirinya. Dan tentunya anak akan lebih mudah mengelola rasa cemas saat melakukan pengalaman-pengalaman baru.

Terbanglah ke angkasa, anak-anakku….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *