Lazy Parents, Fenomena Baru di Zaman Millenials yang Harus Diwaspadai

lazy parents

Lazy parents? Ada yang pernah dengar istilah ini? Sebelum membahasnya lebih jauh, yuk kita flashback lagi deh, pernah nggak sih mengharap anak tidak terlalu banyak main gadget, namun setiap saat mereka kita fasilitasi gadget, dengan alasan: biar “nggak rewel.”?

Nah, dalam kasus ini, seringkali orang tua merasa malas saat mereka harus menerapkan konsekuensi menghentikan penggunaan gadget pada anak, walaupun efek negatif dr bermain gadget berlebihan sudah mulai terasa. “Habis kalau gadget diberhentikan anak jadi rewel karena bosan.” Pemikiran seperti inilah yang akan terus keluar. Terbayang kan, bagaimana cranky nya anak yang sudah addict main gadget kalau tiba-tiba kita hentikan penggunaan gadgetnya? Banyak orang tua yang mengharap drama kerewelan anak berhenti dengan segera. Padahal, semua itu kan butuh proses dan perjuangan.

Hati-hati terjebak dalam fenomena orang tua zaman now, salaauh satunya LAZY PARENTS. Apa itu? Ternyata banyak banget orang tua zaman now yang punya cita-cita anaknya jadi manusia superhebat, namun kenyataannya mereka tidak mau berusaha untuk membimbing dan menstimulasi anaknya. Well, semua ini karena membimbing dan menstimulasi anak untuk menumbuhkan karakter positif memang membutuhkan berbagai usaha yang bisa dibilang nggak mudah.

lazy parents
Image: Pexels

Kemalasan memang bisa melanda siapa saja, termasuk orang tua. Tapi gawatnya, banyak orang tua yang mengharapkan anak memiliki kualitas plus plus namun nggak mau capek.Pinginnya sih selonjoran main hp, nggak mau repot, tapi maunya anak jadi pinter, hebat, bertanggung jawab, disiplin, endesbre endesbre! Kabar buruknya, nggak mungkin terwujud kalau orang tua nggak mau usaha. Mengharap anak-anak kita selalu berbuat baik, nggak pernah rewel, nilainya bagus, dan lain-lain secara magic dengan sendirinya itu pasti nggak mungkin. Perlu stimulasi-stimulasi yang dilakukan tiap hari secara konsisten untuk menimbulkan sikap-sikap positif dalam jiwa anak.

PR kita sebagai orang tua banyak banget, lho. Membimbing anak supaya dewasa, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, pandai bersosialisasi, sanggup menghadapi situasi sulit, memiliki kesanggupan mencari solusi, menjadi decision maker yang baik, dan masih banyak lagi. Dan semua memerlukan usaha-usaha dan juga konsistensi berkelanjutan, sementara kita berkejaran dengan waktu, karena waktu cepat sekali berlalu. Semangat terus, ya! Suatu saat segala usaha-usaha kita akan terbayar melihat anak-anak tumbuh berkualitas dan bahagia, kok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *