Parents, Sesungguhnya Perlukah Kita Melarang Anak Bermain Kotor?

Masih ingat nggak sama masa kecil kita? Bermain kotor-kotoran seperti bermain tanah, memanjat pohon, berlarian telanjang kaki, bermain di kubangan air, dan bermain sepeda sudah jadi aktivitas sehari-hari sepulang sekolah. Tapi kenapa setelah menjadi orang tua rasanya gemes kalau lihat anak-anak bermain diluar apalagi kalau bermain kotor-kotoran ya? Melihat mereka berlarian tanpa alas kaki bikin kita pengen buru-buru berteriak menyuruh mereka untuk berhenti.

Image: Pexels

Nggak sedikit orang tua yang melarang anak bermain kotor-kotoran dengan alasan segala sesuatu yang tampak kotor itu adalah sumber penyakit. Alasan keamanan dan kebersihan memang menjadi faktor orang tua melarang anak bermain di luar. Ditambah cuaca tak menentu belakangan ini, membuat orang tua semakin yakin menegakkan larangan tersebut. Padahal main kotor-kotor di luar punya segudang manfaat untuk anak, diantaranya manfaat untuk kesehatan.

Image: Pexels

Tubuh kita juga belajar dan berkembang layaknya otak yang mempelajari hal baru. Saat anak bermain di luar, tubuh anak yang bermain kotor-kotoran akan mendapat paparan kuman sehingga belajar untuk membuat kekebalan dalam menangkal kuman tersebut. Semakin banyak tubuh mengenal aneka kuman yang ada di alam sekitar, kekebalan spesifik anak juga semakin kaya sehingga tak mudah sakit. Sementara mencegah anak bersentuhan dengan parasit, virus, dan bakteri malah akan meningkatkan risiko ia mengalami alergi, seperti asma.

Bermain lumpur atau tanah di luar ruangan juga akan membantu meningkatkan fungsi kognitif. Si kecil akan merasakan berbagai stimulasi yang berbeda, seperti rumput basah, embusan angin, batu kerikil yang kasar, hingga lumpur yang kotor. Dan ternyata, bermain kotor-kotoran akan mengeluarkan serotin di dalam otak yang akan membuat perasaan relaks, meningkatkan mood, dan mengurangi kecemasan. Biasanya, mereka akan tertawa senang saat tubuhnya terciprat kotoran. Saat itulah, suasana hatinya membaik dan tingkat stres pun menurun. Selain dampak dari alam sekitar, bermain di luar memungkinkan kulit memproduksi vitamin D yang dibutuhkan setiap orang. Vitamin D bermanfaat melawan infeksi dan mencegah perkembangan risiko autoimun hingga kanker.

Jadi, nggak perlu marah lagi kan saat anak asyik bermain diluar sampai basannya kotor? Asal tetap kasih tahu anak-anak untuk menjaga kebersihan dengan mandi yang bersih setelah selesai bermain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *